| Peristiwa gempa bumi dan tsunami di Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menyebabkan bencana yang luar biasa. Di NAD bencana ini tidak hanya menyebabkan kehancuran yang masif, namun skalanya juga sangat luas. Bencana ini meluluhlantakkan hampir seluruh fasilitas yang ada, tidak terkecuali kehancuran hampir semua fasilitas kesehatan.
Pada sisi yang lain, bencana ini menyebabkan perpindahan penduduk secara
massal ke tempat pengungsian. Sebenarnya pengungsian penduduk secara
massal sudah sering terjadi, misalnya peristiwa konflik Ambon, Palu,
Pontianak, dan lain-lain juga menyebabkan pengungsian secara massal.
Mengungsi merupakan reaksi naluriah manusia ketika menghadapi
kondisi yang dianggap mengancam kehidupannya. Pengungsian dianggap
sebagai tindakan sementara sambil menunggu tempat asal mereka kembali
pulih seperti sediakala, karena dianggap sementara maka tindakan atau
pelayanan yang diberikan seringkali bersifat serba darurat.
Karena serba darurat maka seringkali pelayanan kesehatan yang
diberikan hanya mencakup pelayanan yang paling esensial. Bila dicermati
maka persoalan kesehatan yang paling sering mencuat atau terangkat ke
permukaan, adalah masalah diare dan batuk pilek di kalangan pengungsi.
Persoalan kesehatan esensial lainnya hampir tidak tersentuh atau tidak
mencuat ke permukaan, misalnya masalah kesehatan reproduksi.
Disadari sepenuhnya bahwa masalah kesehatan reproduksi mencakup
dimensi yang sangat luas dan sangat kompleks, bukan sekedar menyediakan
sarana kesehatan namun dalam perspektif pemenuhan hak yang lebih
mengedepankan kebutuhan individu sebagai pemilik organ reproduksi.
Masalah kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut persoalan masa kini,
karena akibatnya dapat menentukan eksistensi generasi berikutnya. Oleh
sebab itu Magister Kesehatan Ibu dan Anak - Kesehatan Reproduksi yang
concern terhadap masalah ini mencoba menyumbangkan pemikiran melalui
seminar setengah hari dalam rangka HUT Fakultas Kedokteran, Universitas
Gadjah Mada.
Tujuan:
- Mendapatkan masukan tentang permasalahan kesehatan reproduksi
akibat bencana alam dan Tsunami.
- Mendapatkan masukan tentang pola pelayanan kesehatan reproduksi di
daerah pengungsi
- Mendapatkan konsep pelayanan kesehatan reproduksi yang berbasis
komunitas korban Tsunami.
|